Kamis, 10 November 2011

solidaritas slank untuk pulau KOMODO

Musisi Bimbim dan para personel Slank yang lain menilai peluang Komodo untuk terpilih sebagai Tujuh Keajaiban Dunia Baru oleh New 7 (Seven) Wonders of Nature cukup besar, meskipun hal itu sebenarnya antara penting dan tidak penting. Namun solidaritas bangsa harus dibangun sebagai salah satu perwujudan nasionalisme.
"Memang nggak menang, nggak apa-apa. Yang lebih kita gerakin, solidaritas dan kebersamaan. Ternyata cepat loh, semua yang tahu berusaha untuk memberikan kemampuannya untuk membantu," ungkap Bimbim Slank.
"Yang lebih penting infrastruktur di sana harus dibenahi lebih baik. Kan setiap tempat yang terpilih biasanya ekonomi daerah jadi terangkat," ungkapnya.
Menurut Bimbim yang ditemui di Blitz Megaplex Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (27/10/2011), banyak kekurangan fasilitas yang menunjang pariwisata di Pulau Komodo. Bimbim dan sejumlah musisi yang baru saja mendampingi Jusuf Kalla ke lokasi, melihat kekurangan di sana-sini.
"Air portnya terlalu sederhana. Airport ke labuan Bajo masih seperti bukan daerah turis. Kalau polisi hutan, ranger di sana sudah bagus sih. Cuma, kesiapan, kebersihan dan fasilitas pendukungnya saja yang kurang. Sayang kan kalau ngomongin ekonomi, turis tinggal di losmen. kalau di sana ada hotel bintang kan banyak yang harus dikeluarin (turis)," urainya.
Bimbim mengaku baru sekali melihat langsung ke lokasi, pulau Komodo. Namun banyak hal dirasakannya, masih harus dibangun fasilitas pariwisatanya.
"Waktu itu saja ada kapal pesiar gede berhenti di tengah laut tapi nggak mampir di Pulau Komodo. Ya, mungkin karena infrastrukturnya," ungkapnya.

Ternyata kalangan artis juga mempunyai kepedulian terhadap Pulau Komdo loh sobeX. Kayak yang dilakukan Bimbim dan para personel Slank. Mereka juga ikut untuk mepromosikan vote Pulau Komodo. Seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu dengan mengunjungi Pulau Komodo bersama Jusuf Kalla dan Musisi lainnya. Ia tidak hanya memberikan vote terhadap Pulau Komodo tapi juga melakukan gerakan solidaritas.

Selain itu, Bimbim juga mengungkapkan bahwa infrastruktur di Pulau Komodo harus dibenahi. Menurutnya, banyak kekurangan fasilitas yang menunjang pariwisata di Pulau Komodo.

”Air portnya terlalu sederhana. Airport ke labuan Bajo masih seperti bukan daerah turis. Kalau polisi hutan, ranger di sana sudah bagus sih. Cuma, kesiapan, kebersihan dan fasilitas pendukungnya saja yang kurang. Sayang kan kalau ngomongin ekonomi, turis tinggal di losmen. kalau di sana ada hotel bintang kan banyak yang harus dikeluarin (turis),” urainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar