Sabtu, 12 November 2011

FENOMENA BOCAAH PAKU

Tim dokter yang menanganinya juga mengakui, masih kesulitan menjelaskan bagaimana puluhan benda logam dan tajam bisa masuk dalam tubuh Safira. "Saya akan kirim pakar dari Jakarta untuk cek, bagaimana mungkin memasukkan begitu banyak paku ke dalam tubuh seorang bocah," tulis Menkes dalam pesan singkatnya.
Bocah perempuan berperawakan kurus rambut sebahu itu dibawa ke rumah sakit awal bulan ini dengan keluhan sakit di dua belah kaki dan menimbulkan kegemparan setelah hasil foto sinar x menemukan puluhan batang benda tajam didalamnya.
Tim dokter di RS Andi Makassau, Pare pare, Sulawesi Selatan memastikan benda-benda aneh itu masuk ke tubuh Safira dari luar meski tak bisa menjelaskan bagaimana hal itu terjadi.
"Secara medis ini benda asing berasal dari luar tubuh, bukan sesuatu yg tumbuh dari dalam tubuh. Tapi penjelasan bagaimana cara masuknya, (masih) memerlukan penelusuran,"kata Dr kamaruddin Said, ahli bedah dalam tim.
Dalam sebuah operasi pada tanggal 7 November lalu, dokter berhasil mengeluarkan 26 batang benda asing sebagian besar berwujud paku mirip jarum ukuran 3-5 sentimeter, serta plat metal dari dua betis dan punggung bocah malang itu.
Yang membuat tim dokter ngeri, kata Kamaruddin, adalah benda-benda itu nampak segaja dimasukkan dalam tubuh Safira.
"(Bentuknya) paku tapi tidak punya kepala, sengaja dipotong. Ada juga semacam jarum yang mirip peluru senjata tradisional papporo,"terangnya.
Dalam masyarakat asli Sulawesi Selatan, papporo dikenal sebagai senjata tradisional sejenis sumpit peluncur panah untuk ditembakkan pada sasaran.

 

 CT scan

Namun bagaimana menjelaskan seseorang menembakkan papporo ke arah Safira, juga tak terbayang oleh dokter.
"Kami tanya ibunya, dia juga mengaku tidak tahu,"tambah Dr Kamaruddin.
Kepolisian Resor Pare pare akhirnya turut menyelidiki kasus ini dan memanggil orangtua Safira meminta keterangan. Sama seperti para dokter, belum ditemukan keterangan terkait asal-muasal paku-paku aneh Safira.
Dua bulan sebelumnya, Sarifah, ibu Safira, tanpa sengaja mengaku mengeluarkan beberapa batang benda mirip paku dari kaki anaknya.
Meski si anak nampak kesakitan ibunya tidak segera dapat membawa Safira ke rumah sakit karena ketiadaan biaya. Baru setelah berita tentang Safira menyebar, pemda Pare pare menyatakan menanggung semua biaya berobat gadis cilik itu.
Dr Kamaruddin menduga, benda-benda asing itu sudah masuk tubuh Safira sejak delapan bulan hingga setahun lalu.
Foto dengan CT Scan diharapkan bisa menjelaskan asal-muasal keanehan kaki Safira.
"(Ada) Bagian sudah terbungkus jaringan fibrosis,"jelasnya.
Jaringan ini akan menyelubungi benda asing yang masuk tubuh seseorang sebagai bagian dari mekasisme perlindungan alaminya.
Belakangan setelah operasi selesai dokter kembali menemukan satu paku tertinggal di betis kanan, sementara sebuah benda logam lain sengaja ditinggalkan di punggung dekat pinggang karena dianggap berbahaya bila langsung diangkat.
"Kita minta dirujuk ke Makassar dulu karena disana ada CT scan,"tambah Kamaruddin.

Ilmu hitam

Keanehan kasus ini segera menyedot perhatian publik terutama setelah media gencar memberitakan.
Sebagian kalangan meyakini Safira adalah korban praktek ilmu hitam sehingga dunia medis tak mampu menjelaskan apa yang sesugguhnya terjadi.
Media di Indonesia berkali-kali memberitakan keanehan seputar kasus serupa, dari sejumlah daerah.
Pada Agustus 2009, RSUD Situbondo merawat seorang pasien perempuan yang datang dengan keluhan sakit akibat perut yang membesar.
Baik tim dokter rumah sakit maupun keluarga Cicin Listyawati kaget ketika hasil foto sinar x menunjukkan dalam perut pasien terdapat gulungan kawat, pisau lipat sejenis silet, bahkan tusuk konde.
Dari Samarinda, Kalimantan Timur juga pernah muncul pemberitaan menghebohkan tentang Noor Syahidah, yang dijuluki manusia kawat.
Hasil CT Scan tahun 2008 menunjukkan dalam perut perempuan berumur 40 tahun itu, terdapat ribuan helai kawat tumbuh dan patah bergantian. Situasi ini dialaminya sejak 17 tahun terakhir dan tidak berubah meski puluhan operasi dijalaninya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar