Senin, 26 Desember 2011

TIPS MENGHADAPI PASANGAN PEMBOHONG

Benarkah dia suka penampilan Anda? Jujurkan saat dia mengatakan sedang pergi bersama temannya ke bioskop Sabtu malam lalu? Ada tipe pria pembohong dan ada pula tipe yang tidak jujur. Sayangnya, banyak wanita sulit membedakan. Contoh sederhana begini: bila Anda berhubungan dengan pria tipe pertama, mungkin saja dia punya pacar di kota lain yang Anda tidak tahu. Sedangkan tipe kdua, dia jujur, tapi kadang-kadang tidak berbicara jujur karena alasan tertentu. Dan tipe ini banyak ditemui. Seharusnya Anda tahu, karena mungkin saja Anda juga termasuk tipe ini.
Bagaimana caranya agar bisa jujur? Benarkan Anda bahagia saat menjawab pertanyaan pasangan? Benarkan Anda jujur saat mengatakan pergi dengan teman ke mal? Banyak orang mengatakan, pria yang berhubungan dengan Anda, umumnya serupa dalam hal moral dan etika. Jadi Anda harus memberanikan diri menampilkan kejujuran sejak awal. Ada beberapa area utama di mana pria mencoba berbohong saat hubungan mulai berkembang. Perhatikan beberapa di antaranya.
Ingin Tampil Mengesankan
          Di kencan pertama, si dia akan bercerita hal-hal yang bisa membuat Anda terkesan dang menganggapnya menarik. Hampir semua ceritanya di kencan pertama, pasti sudah "disempurnakan". Contohnya, si dia sebenarnya tidak pernah jadi juara dalam satu lomba, tapi hanya sekedar ikut. Mungkin karena takut Anda menganggapnya kurang menarik, dia "membumbui" cerita agar menarik. Bahanya, jika Anda terhanyut oleh ceritanya, dan si dia berpikir telah berhasil membuat Anda terkesan. Akibatnya, dia memutuskan cara terbaik untuk membuat Anda tertarik adalah dengan cerita semacam itu lagi. Lalu apa yang harus Anda lakukan? Selidiki pernyataannya. Hentikan dia sebelum melanjutkan ceritanya. Jelaskan, Anda merasa ceritanya terlalu berlebihan, tapi tidak perlu kasar. Tanyakan dengan cerdik di tengah-tengah ceritanya. Jika jawabannya mulai tidak jelas saat mencoba menceritakan secara lebih detail, mungkin saja dia memutuskan untuk berubah lebih jujur. Walaupun jawabannya mungkin saja masuk akal (atau memang benar), dia akan tahu berhubungan dengan seseorang yang pintar, hingga harus berpikir dua kali sebelum membual.
Berusaha Merayu Anda
      Di awal suatu hubungan, seorang pria yang tengah tergila-gila akan mengatakan hal-hal yang menurutnya ingin Anda dengar. Betapa ia menghormati dan menyayangi Anda, atau betapa inginnya ia mengajak Anda berlibur ke tempat romantis. Anda tidak bisa begitu saja bersikap curiga dan skeptis. Selain tidak sopan, mungkin saja dia memang berniat mengajak Anda berlibur. Yang harus Anda lakukan, meminta opininya. Jangan tergesa-gesa memintanya berbicara mengenai dirinya. Ini membuat pria merasa seperti ada di panggung dan akan menampilkan perilaku terbaiknya. Dia akan menceritakan hal-hal yang baik tentang dirinya. Tapi, seperti telah diketahui, pria senang dianggap sebagai seorang ahli. Jika Anda ingin tahu dirinya lebih dalam, buatlah pengandaian dan minta nasihatnya tentang suatu masalah. Dia akan dengan senang hati memberikan pendapatnya secara jujur.
      Seperti yang dilakukan Dian, wanita karier yang jatuh cinta pada Dion. Pada suatu hari, sambil lalu dia menanyakan pendapat Dion. "Teman saya ditawari pekerjaan yang jam kerjanya panjang. Tapi dia tidak yakin pacarnya bisa menerima. Bagaimana pendapat kamu?" Dion berpendapat, dua orang yang bekerja, perkawinannya tidak akan bisa bertahan. Salah satu harus mengalah dan mengurus rumah. Dian yang tidak percaya hal semacam ini, mulai melihat Dion dengan kaca mata baru. Bahkan perlahan-lahan mulai menghentikan kecannya dengan Dion.
 
Berusaha Menghindar
      Walau awal suatu hubungan sangat menyenangkan, akan ada saat di mana pria menunjukkan ketidaknyamanannya. Dia tidak memperlihatkan hal itu, tapi Anda bisa merasakannya. Bila ditanya, dia akan menjawab, Tidak ada apa-apa. Kita takut meninggalkan masa lajang dan melangkah ke tahap selanjutnya, yang melibatkan kedewasaan dan komitmen tinggi. Hasilnya, kita jadi menghindar dan melakukan tindakan yang tidak bisa dipahami. Jika Anda ikut campur, bisa saja, tapi bisa jadi dia makin menjauh dan melakukan kebohongan lagi. Yang harus Anda lakukan, membantu menyingkirikan kecemasannya. Kalau tahu pasangan Anda dalam kondisi seperti itu, hal pertama yang harus dilakukan adalah mencoba tidak ikut cemas. Banyak wanita tidak nyaman mendengar pria mencemaskan masalah pribadi dan pekerjaannya. Jadi yang perlu dilakukan, menciptkan suasana emosi yang dia pikir aman untuk mengungkapkan apa yang mengganggunya.
      Cobalah bersikap sebagai teman, dan dengarkan. Jangan katakan ketakutan atau kecemasan itu suatu hal yang bodoh. Pada saat seperti itu yang dia inginkan hanyalah menceritakan permasalahannya dan tidak ingin dihakimi.
 
Berbohong tentang di mana dan apa yang dilakukan
      Sekarang ini kita lebih banyak bergaul dengan orang yang tidak jujur (tipe kedua) daripada yang benar-benar pembohong (tipe pertama). Tapi cepat atau lambat, pasangan akan mengatakan sesuatu yang tidak begitu saja Anda percayai. apa yang harus Anda lakukan? Jika Anda langsung menyerangnya, mungkin saja dia malah mengelak dan memberikan lebih banyak argumen. Coba saja salah satu dari tiga hal berikut:
1. Pandanglah dia
 Bila tidak yakin dia mengatakan hal yang sesungguhnya, tanyakan lagi. Saat menjelaskan, pandang dia. Setelah selesai, jangan katakan apa-apa. Dia akan tahu Anda kurang percaya. Jika dia mengatakan, "Ada apa? Kamu tidak percaya?" Jangan tunjukkan emosi Anda. Juga jangan kelihatan gusar. Katakan saja,"Apa ada alasan untuk tidak percaya padamu?"Bisanya dia tidak akan melanjutkan, bahkan berusaha mengakhiri pembicaraan. Tapi dia tahu Anda serius.
2. Pakai pendekatan kasih sayang
 Bila tahu dia berbohong, Anda tidak perlu mendekatinya dengan kemarahan. Dekati dengan penuh kasih. Katakan saja, "Hubungan kita tidak berarti siksaan. Saya mencintaimu dan menerima kamu apa adanya. Saya tidak akan di sini kalau itu membuatmu tidak senang". Biasanya si dia akan mengaku.
 
3. Berikan peringatan tegas, tapi lembut
 Misalnya, dia memberitahu akan makan malam dengan teman-temannya, sementara Anda mendengar dari salah satu temannya bahwa mereka akan pergi ke pesta. Coba saja katakan, "Saya akan jujur padamu, sebenarnya saya mulai menyukaimu. Tapi saya tidak mau dibodohi. Jika benar-benar terjadi, saya lebih suka mengakhiri hubungan daripada tetap berharap mungkin saja saya salah."
 
 
Dia Ingin mempertahankan Anda
      Jika telah lama menjalin hubungan dan Anda merasa ditipu, ini pilihan terakhir: putuskan hubungan. Mainkan peran terakhir. Misalnya, seorang wanita yang pacarnya tidak mau sama sekali membicarakan masa lalunya. Akhirnya si wanita mengatakan pada pacarnya, "Kita tidak perlu begini terus kan? Selalu ada ketegangan di antara kita. Mendingan kita jadi teman." Ternyata dengan bersikap seperti itu, pacarnya bisa meneritakan masalahnya. "Dengan mengubah peran sebagai pacar, saya menciptakan suasana aman, sehingga ia bisa bicara." Seminggu kemudian pacarnya meminta untuk kembali, dan kali ini dia siap berkata jujur.
 
Anda mau bertahan dengannya?
          Kenapa mengharapkan pria bisa terbuka, kalau Anda sendiri tidak jujur kepadanya? Tentu saja ada batasnya. Pacar Anda bukan konselor, dan Anda tidak harus menceritakan segalanya. Bersikaplah spontan padanya. Ingat, Anda berdua sejajar. Dengan begitu si dia akan merasa nyaman untuk terbuka pada Anda.
          Pada akhirnya, pria yang berbohong tidak akan mendapat kesenangan dengan menipu Anda. Apalagi jauh dalam hati kita punya kebutuhan yang sama, kejujuran dan ketulusan. Anda akan merasa sangat bahagia saat dia menyadari, dengan berhubungan dengan Anda, ia punya kebebasan mengungkapkan siapa dia sebenarnya, tanpa perlu ditutupi. Jelaskan padanya, sekali dia memahami hal itu, hubungan Anda akan bertahan.
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar